Ganjar: Peternak Ayam Silakan Ketemu Dinas Terkait Bahas Persoalan Kenapa Harga Ayam Anjlok

Ayam-ayam gratis yang akan dibagikan kepada warga di kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang, Rabu (26/6).

Semarang, Idola 92.6 FM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada para peternak ayam yang ada di provinsi ini, untuk bertemu dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mencari persoalan utama mengenai anjloknya harga.

Persoalan utama dari masalah yang dihadapi peternak ayam di Jateng, jelas Ganjar, harus ditemukan untuk bisa segera diambil tindakan untuk penyelesaiannya. Karena, persoalan harga ayam yang anjlok itu dirinya sudah menghubungi sejumlah pihak termasuk peternak ayam, untuk duduk bersama mencari solusi permasalahannya.

Menurutnya, banyak peternak ayam di Jateng yang teriak-teriak soal harga ayam hidup anjlok. Sedangkan persoalan utamanya mengenai harga ayam anjlok, belum ditemukan secara pasti.

Ganjar menjelaskan, persoalan utama yang menjadi penyebabnya harus diidentifikasi bersama untuk memetakan dan mencari solusinya. Apakah memang karena persoalan oversupply atau ada penyebab lainnya.

“Hari ini atau besok silakan ketemu dengan dinas, biar kita rapatkan. Problemmu itu apa. Kalau hari ini problemnya harga dan sebagainya, mari kita bicara. Hari ini harga jatuh karena apa? Mereka yang paling tahu, apa karena oversupply? Kalau itu bisa kita identifikasi, satu harapan yang ingin kita sampaikan adalah bagaimana kita carikan roadmap untuk menyelesaikannya,” kata Ganjar, Jumat (28/6).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, untuk ke depan pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap peternak ayam di Jateng. Sehingga, ada data yang bisa dijadikan acuan untuk menghindari terjadinya oversupply.

“Itu sudah terjadi pada bawang merah dan cabai kemarin-kemarin, kan. Pemerintah ingin mendata mereka, agar kondisi seperti ini tidak terjadi lagi. Ketika kami mau data, mereka tidak mau,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKetahuan Buat Surat Domisili Palsu, Siswa Akan Dikeluarkan Dari Sekolah
Artikel selanjutnyaDinkes Boyolali Klaim Kasus Stunting Rendah

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini