Kejati Jateng Segera Limpahkan Berkas Kasus Kredit Fiktif ke Pengadilan

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng Ketut Sumedana (kanan) memberikan keterangan terkait kasus kredit fiktif yang ditangani.
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng Ketut Sumedana (kanan) memberikan keterangan terkait kasus kredit fiktif yang ditangani.

Semarang, Idola 92.6 FM – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sudah menahan tujuh orang tersangka, untuk kasus pengajuan kredit fiktif bank pelat merah di Purbalingga. Dari ketujuh orang tersangka yang ditahan itu, satu orang di antaranya merupakan pimpinan cabang perbankan pelat merah.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng Ketut Sumedana mengatakan pihaknya sebelumnya menahan dua tersangka, yang diduga sebagai otaknya. Yakni Zulfikar Nazam sebagai pimpinan cabang, dan Eka Hermawan sebagai Asisten Manager Pemasaran Kredit.

Ketut menjelaskan, kedua tersangka itu berperan dalam memutus pengajuan kredit yang diterimanya. Sesuai dengan jabatannya, Zulfikar memutuskan kredit di atas Rp250 juta, dan Eka memutuskan kredit di bawah Rp250 juta.

Menurutnya, kedua tersangka itu memutuskan kredit tanpa melakukan konfirmasi ke bawah atau istilahnya kredit fiktif.

Ketut meminta jajarannya, dalam waktu dekat ini berkas perkara sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk segera diadili.

“Kita menentukan dua tersangka, untuk kasus BRI. Yaitu atas nama Z-N sebagai pimpinan cabang BRI Purbalingga, dan kedua atas nama E-H sebagai asisten manager pemasaran kredit. Kita nyatakan lima berkas sudah P-21, mudah-mudahan dalam minggu ini juga saya minta kepada tim ke tahap dua. Dan kalau bisa, dua minggu ke depan itu sudah bisa dilakukan pelimpahan perkara untuk lima tersangka yang sudah kita tahan,” kata Ketut, kemarin.

Ketut lebih lanjut menjelaskan, sejumlah dokumen sudah disita sebagai barang bukti di persidangan.

Ketut menyatakan, dari hasil pemeriksaan sementara menyebutkan jika modus yang dilakukan adalah memalsukan daftar gaji pegawai dan karyawan CV Cahaya Grup dalam kurun waktu 11 Mei 2015 hingga 30 Mei 2017. Sehingga, total dana pencairan kredit mencapai Rp28.936.900.000. Diketahui, jumlah karyawan hanya 82 orang, tetapi pengajuan kredit untuk 171 pegawai.

Diwartakan sebelumnya, lima tersangka yang sudah ditahan adalah Firdaus Vidyawan sebagai Direktur PT Banyumas Citra Televisi Purwokerto, Aang Eka Nugraha sebagai Direktur CV Cahaya dan Yeni Irawati sebagai Bendahara CV Cahaya. Serta dua account officer bank pemerintah cabang Purbalingga atas nama Imam Sudrajat dan Endah Setiorini. (Bud)