Lunpia Semarang Siap Bersaing Dengan Produk Olahan Luar Negeri

Lunpia Semarang.

Semarang, Idola 92.6 FM – Siapa yang tidak mengenal lunpia, oleh-oleh khas dari Kota Semarang itu. Penganan yang terdiri dari dua jenis, basah dan goreng itu sudah cukup familiar tidak hanya di lidah orang Semarang saja tapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara.

- Advertisement -

Pengusaha kuliner Kota Semarang Meliani Sugiarto mengatakan untuk bisa bersaing di pasar internasional, maka jajanan tradisional yang dimiliki juga harus bisa diterima masyarakat dunia. Terlebih lagi, lunpia Semarang sudah mendapat pengakuan dari Unesco sebagai warisan budaya bukan benda.

Menurutnya, sebagai kuliner asli dari Kota Semarang, lunpia patut dijual hingga ke mancanegara sebagai makanan ringan dengan cita rasa nusantara.

Meliani Sugiarto (akrab dipanggil Cik Meme), Pengusaha kuliner Kota Semarang.

Meliani atau akrab dipanggil Cik Meme menjelaskan, untuk bisa menjual lunpia sampai ke pasar internasiona, dirinya tidak berhenti berinovasi. Sehingga, lunpia bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat di belahan dunia mana saja.

Upaya yang bisa dilakukan, jelasnya, dengan menghadirkan produk lunpia tahan lama antara 3-4 bulan tapi tidak mengubah atau memengaruhi cita rasa aslinya. Yakni, dengan mengubah bentuk lunpia yang tadinya berupa potongan besar menjadi keripik.

“Dengan cita rasa seperti itu, tetap harus kita jaga keaslian dan kemurniaan cita rasanya. Kita tidak bisa pungkiri, dominasi makanan ringan atau kering banyak dikuasai produk luar. Tidak ada salahnya dan sudah waktunya, kuliner asli Semarang tampil dengan varian baru berupa keripik. Keripik ini dipilih, karena dari sisi tradisionalnya dapat dan juga sangat disukai,” kata Cik Meme, Sabtu (23/3).

Lebih lanjut Meme menjelaskan, keripik lunpia merupakan revolusi baru bagi kuliner tradional Semarang itu. Sehingga, meski berevolusi menjadi panganan ringan, namun cita rasa resep asli lunpia Semarang tetap dipertahankan.

“Ini menjadi revolusi bagi panganan tradisional kota Semarang, ya. Kalau tidak ada pembaruan dari bentuk dan olahan, saya khawatir lunpia tidak bisa mendunia seperti makanan ringan mengenyangkan lainnya,” jelasnya.

Meme berharap, keripik lunpia bisa diterima semua orang dan wisatawan mancanegara yang datang ke Kota Semarang. Sehingga, keripik lunpia bisa dijadikan buah tangan ke negara asalnya. (Bud)