Pemprov Siapkan Bantuan Untuk Petani Purworejo Yang Sawahnya Rusak Karena Banjir

Semarang, Idola 92.6 FM – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Suryo Banendro mengatakan pihaknya sudah meminta Dinas Pertanian setempat, untuk melakukan pendataan dan pengecekan di lapangan terkait luasan areal persawahan yang rusak karena banjir.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan sejumlah upaya untuk membantu petani di Purworejo yang terdampak karena bencana banjir itu.

Suryo menjelaskan, untuk tanaman padi yang gagal panen karena banjir akan diberikan asuransi yang dibiayai APBN maupun ABPD. Saat ini, besaran asuransinya sudah disiapkan dan tinggal diajukan sesuai dengan data dan hasil verifikasi di lapangan. Bagi petani yang tanamannya gagal panen, diperkirakan akan mendapat asuransi sebesar Rp6 kuta.

“Umur tanaman pada rata-rata di atas 75 hari dari masa tanam, sampai menjelang panen. Ada yang terendam, dan ada yang hanyut. Hampir 7,5 hektare tanaman padi yang hanyut, karena derasnya aliran air banjir. Yang tanaman padi roboh atau hampir roboh, luasnya 2,5 hektare. Upaya pemerintah bagi yang terdampak banjir pada areal pertanian, ada asuransi penggantian dari APBN atau APBD,” kata Suryo, Rabu (20/3).

Suryo lebih lanjut menjelaskan, selain asuransi, pemerintah juga menyediakan bantuan bibit gratis kepada petani yang mengalami dampak bencana banjir. Bibit gratis itu berasal dari cadangan benih nasional, maupun bantuan benih dari pemerintah daerah.

“Ini prosesnya cepat, tinggal teman-teman di Purworejo mendata dan mengajukan. Sehingga, bantuan akan segera turun,” terangnya.

Berdasarkan data, dampak bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Purworejo menyebabkan sejumlah lahan pertanian rusak. Banjir merendam sekira 1.874 hektare tanaman padi, dan beberapa di antaranya terancam gagal panen. (Bud)