9 Ponpes di Jateng Jadi Klaster COVID-19

Yulianto Prabowo
Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo memberikan keterangan soal penanganan klaster pondok pesantren.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah sudah memetakan, ada sembilan pondok pesantren di provinsi ini yang menjadi klaster COVID-19 dan tersebar di sejumlah wilayah. Kasus paling banyak ada di Kabupaten Kebumen, Banyumas dan Cilacap.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan untuk saat ini, klaster pondok pesantren menjadi penyumbang penambahan kasus positif COVID-19 di provinsi ini. Setidaknya, kasus positif COVID-19 di Jateng sebanyak 80 persen disumbang dari klaster pondok pesantren dan perkantoran serta rumah tangga.

Yulianto menjelaskan, dari sembilan pondok pesantren yang melaporkan terjadi penularan COVID-19 itu setidaknya tercatat ada 648 orang harus menjalani isolasi. Proses isolasi dilakukan di pondok pesantren, maupun di tempat karantina yang disiapkan.

Menurutnya, bagi yang mengalami gejala atau memiliki penyakit bawaan menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

“Ada beberapa cara penanganannya seperti yang di Kebumen itu karena persentase yang terpapar banyak, maka dikarantina di situ (pondok). Jadi yang di pondok itu tidak boleh keluar, dan orang luar juga tidak boleh masuk. Kalau yang di Banyumas, itu kita tempatnya di beberapa lokasi,” kata Yulianto, Selasa (6/10).

Halaman selanjutnya: Pemprov Jateng sudah menyiapkan tempat karantina bagi pasien klaster pondok pesantren
1
2
Artikel sebelumnyaPemprov Sarankan Buruh Jateng Tidak Lakukan Mogok Kerja
Artikel selanjutnyaBawaslu Jateng Rekrut 44 Ribu Pengawas TPS