Bagaimana Merevitalisasi Jati Diri Kemanusiaan untuk Memerangi Virus Corona?

One World Together At Home

Semarang, Idola 92.6 FM – Sejumlah nama pesohor dunia hiburan telah diumumkan bergabung dalam konser “One World: Together At Home” yang berlangsung akhir pekan ini, pada Sabtu 18 April 2020. Pihak penyelenggara Global Citizen memastikan bahwa Taylor Swift, Celine Dion, Shawn Mendes, Camila Cabello, Jennifer Lopez, Alicia Keys, dan Sam Smith, menjadi musisi yang baru ditetapkan bergabung untuk siaran tersebut.

Tokoh-tokoh lain yang ikut meramaikan termasuk Oprah Winfrey, Ellen DeGeneres, Matthew McConaughey dan Victoria Beckham. Konser One World: Together At Home diinisiasi oleh Global Citizen dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bermitra untuk membantu memerangi kebosanan dan secara bersamaan mengumpulkan dana untuk COVID-19 Solidarity Response Fund.

One World: Together At Home juga akan menunjukkan persatuan di antara semua orang yang terkena dampak oleh wabah virus corona Covid-19 dan juga merayakan serta mendukung petugas kesehatan yang berani berjuang menyelamatkan jiwa di garis depan.

Mengutip Global News, siaran ini tidak hanya mempromosikan social distancing selama pandemi virus corona, tetapi juga mendorong pemirsa untuk menyumbangkan dana sebagai upaya bantuan terhadap organisasi lokal untuk menyediakan makanan, tempat tinggal dan perawatan kesehatan bagi mereka yang membutuhkan.

Nah, belajar dari ‘semangat’ yang mendorong konser “One World: Together At Home” tersebut—ini sesungguhnya mengingatkan kita bahwa di tengah Pandemi Corona—kemanusiaan adalah di atas segala-galanya. Kita semua adalah satu keluarga umat manusia atau human race, yang tidak perlu menjadi berbeda karena perbedaan ras, suku, atau agama.

Apalagi, hanya sekadar perbedaan kecil, seputar preferensi politik atau pilihan presiden. Sehingga di tengah situasi seperti saat ini, ketika penduduk bumi sedang menghadapi wabah yang mematikan, seluruh umat manusia bisa saling bekerjasama, bahu-membahu mengatasi “musuh bersama”. Maka, memperkuat kesetiakawanan sebagai bagian dari satu sudara, adalah kuncinya.

Dengan kata lain, dalam konteks Indonesia, semestinya pada saat ini sudah tidak boleh ada lagi sekat-sekat perbedaan. Tak ada lagi, partai oposisi atau koalisi, tak ada lagi, siapa pemerintah dan siapa rakyat, tak ada lagi sekat, daerah, kesukuan, agama, ataupun ras. Semuanya mesti luruh, dalam spirit yang sama merajut solidaritas dan Perang Semesta melawan virus corona.

Lantas, bagaimana menerapkannya dalam kehidupan kita di Indonesia? Bagaimana cara membangun kebersamaan, tanpa silo thinking, bahwa atas nama kemanusiaan dan solidaritas kita semua saling bahu-membahu dan turut ambil peran dalam melawan virus corona? Bagaimana pula, merevitalisasi jati diri kemanusiaan kita dan merawat kesetiakawanan di tengah Pandemi Corona?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Prof Abd A’la (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Johanes Eka Priyatma, Ph.D (Rektor Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta). (Andi Odang/Heri CS)

Berikut podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaCordova Edupartment Janjikan Investasi Menguntungkan di Tengah Pandemi
Artikel selanjutnyaMenelaah Hasil Kajian LIPI terkait Mudik, Bagaimana Mestinya Pemerintah Bersikap?