Menelaah Hasil Kajian LIPI terkait Mudik, Bagaimana Mestinya Pemerintah Bersikap?

Ilustrasi Mudik Ditengah Pandemi Corona

Semarang, Idola 92.6 FM – Ahli meminta pemerintah tegas dalam memberikan aturan terkait mudik selama pandemi Covid-19. Seperti kita tahu, penyebaran virus corona baru masih terjadi dan diprediksi masih akan berlangsung hingga hari raya Idul Fitri tahun 2020 ini. Jika kebijakan tentang aturan mudik tidak dilakukan, maka potensi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi menjadi episenter Covid-19 yang lebih masif bisa saja terjadi.

Bahkan, episenter baru di wilayah lain Indonesia juga sangat mungkin terjadi. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rusli Cahyadi. Kebijakan yang saat ini diambil oleh berbagai daerah dan pemerintah pusat, seharusnya bukan hanya pembatasan atau menunda. Tapi ketegasan pemerintah untuk kebijakan yang lebih jelas. Pelarangan mudik tidak tegas.

Hasil survei dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat masih cukup banyak warga perantau yang akan melakukan mudik di tengah wabah virus corona (Covid-19). Dari hasil riset bertajuk Survei Persepsi Masyarakat terhadap Mobilitas dan Transportasi itu, sebanyak 43,78 responden memilih untuk tetap mudik, sementara 56,22 persen menyatakan tidak akan mudik.

Mayoritas responden yang hendak mudik tahun ini mengaku akan mudik untuk merayakan Idul Fitri. Riset ini dilakukan LIPI kepada 3.853 responden setelah dilakukan pembersihan data dari 5.173 responden. Survei dilakukan secara daring lewat media sosial pada 28-30 Maret 2020. Pengambilan data dilakukan secara sampel kuota (quota sampling). Seluruh responden yang berencana mudik teridentifikasi berasal dari lima besar provinsi, yakni dari Provinsi Jawa Barat (22,94 persen), DKI Jakarta (18,14 persen), Jawa Timur (10,55 persen), Jawa Tengah (10,02 persen), dan Banten (4,68 persen).

Lantas, menelaah hasil kajian LIPI terkait mudik, bagaimana mestinya pemerintah bersikap? Membahas ini, radio Idola Semarang mewawancara Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rusli Cahyadi. (Diolah dari beberapa sumber/Heri CS)

Berikut podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Merevitalisasi Jati Diri Kemanusiaan untuk Memerangi Virus Corona?
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Minta Warga Jujur Saat Periksa ke Dokter