Banyak Cara Dilakukan UKM Untuk Tetap Bertahan Tanpa Kurangi Karyawan

Semarang, Idola 92,6 FM – Masa pandemi sekarang ini, memaksa banyak orang untuk terus bisa bertahan melewati masa-masa sulit. Tidak terkecuali para pelaku UKM yang mencoba terus bertahan, tapi tanpa mengurangi karyawan atau pekerjanya.

Beberapa di antaranya adalah UKM Rajutan Nyonya, UKM Super Roti Bekatul dan UKM Anindya Batik di Kota Semarang.

Pemilik UKM Rajutan Nyonya, Ratih Setya mengaku berinovasi dengan membuat terobosan berupa produksi masker rajut. Bahkan, usahanya melibatkan ibu rumah tangga dan lansia tetangga sekitar.

Ratih menjelaskan, hasil rajutan miliknya memadukan sejumlah bahan mulai dari kulit, kain tenun dan songket. Kunci untuk bisa bertahan di masa pandemi, yakni selalu berinovasi dan tidak putus asa.

Menurutnya, terobosan-terobosan baru terus dikembangkan. Salah satunya, mengalihkan produk tas dan dompet rajut menjadi masker rajut.

“Mulai dari taplak, baju, kaos kaki dan tas. Sekarang bikin masker rajut. Kalau saya itu ngajari ibu-ibu dan lansia, mulai dari Krapyak,” kata Ratih, Senin (7/9).

Sementara pemilik UKM Super Roti Bekatul, Ismiati mengaku bisa bertahan dengan mengikuti permintaan konsumen. Yakni, mengikuti selera pelanggan terkait dengan rasa dan varian produk Bekatul yang diinginkan.

Ismiati menyebut, saat ini karyawan yang dimiliki ada 22 orang.

“Saya bikin, ternyata orang banyak yang suka. Orang itu butuh sesuatu yang sehat. Ternyata, kebanyakan orang itu nyarinya Bekatul karena Bekatul itu gulanya rendah tapi seratnya tinggi. Orang kan sekarang belinya saat pandemi sesuatu yang dibutuhkan bukan yang diinginkan,” ujar Ismiati.

Ismiati berharap, pandemi segera berakhir dan keadaaan perekonomian kembali pulih. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengerem Kebijakan Kontradiktif di Tengah Pandemi dan Ancaman Resesi, Mungkinkah?
Artikel selanjutnyaPolda Jateng Masukkan Solo dan Semarang Jadi Prioritas Pengamanan Pilkada 2020