RSUD Tugurejo Buka Posko Kesehatan COVID-19

Petugas RSUD Tugurejo Semarang
Petugas RSUD Tugurejo Semarang melayani masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan terkait pencegahan virus Korona.

Semarang, Idola 92,6 FM – Bagi masyarakat yang merasa memiliki gejala demam, pilek atau batuk bisa memeriksakan diri ke rumah sakit milik Pemprov Jateng. Karena, indikasi-indikasi itu bisa jadi disebabkan virus Korona.

Wakil Direktur RSUD Tugurejo Semarang Prihatin Iman Nugroho mengatakan sejak dibuka posko kesehatan COVID-19, banyak warga datang ingin memeriksakan diri. Ada yang mengeluh sakit pilek, ada pula tanpa gejala tetapi ingin tahu kondisi kesehatannya.

Prihatin menjelaskan, untuk bisa mengakses layanan di posko kesehatan COVID-19 di RSUD Tugurejo syaratnya cukup mudah. Hanya menyiapkan kartu identitas diri, kemudian mendaftar dan petugas medis akan melakukan asessment awal berupa pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah.

Namun, jika ada orang yang datang memeriksa dan dicurigai memiliki risiko terinfeksi virus Korona akan dimasukkan ke kategori lanjut. Misal dari segi kesehatan, maupun riwayat perjalanan.

Menurutnya, ada tiga kategori setelah masyarakat melakukan asessment. Yakni menjadi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) atau tidak termasuk keduanya.

“RS Tugurejo siap untuk melakukan pelayanan, bagi posko kesehatan COVID-19. Kami akan melakukan pemeriksaan atau screening, terhadap masyarakat yang mempunyai faktor-faktor risiko. Jadi, setiap hari kami membuka layanan mulai pukul 9-12 akan kami layani. Dan untuk layanan pemeriksaan ini, tidak ada biaya hanya membawa identitas diri saja. Jadi, RS Tugurejo saat ini memang menjadi rujukan COVID-19 lini kedua yang ditetapkan gubernur Jawa Tengah,” kata Prihatin, Jumat (20/3).

Lebih lanjut Prihatin menjelaskan, apabila masuk kategori ODP maka akan diberi edukasi untuk melakukan isolasi diri di rumah. Bila masuk kategori PDP dengan perberatan penyakit, maka akan dirawat di rumah sakit dan masuk ke ruang isolasi.

“RSUD Tugurejo ada beberapa PDP yang dirawat, dan untuk APD masih mencukupilah. Setiap petugas, diharuskan memakai APD yang sudah disediakan. Misalnya sarung tangan, masker, Hazmat, kacamata dan sepatu boot,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaLagi, Komisioner KPU Diberhentikan Karena Langgar Etik, Apa yang Mesti Diperbaiki?
Artikel selanjutnyaBagaimana Memotivasi dan Menguatkan Optimisme untuk Mengurangi Keresahan Publik di Tengah Pandemi Corona?
Wartawan senior Radio Idola Semarang.