RSUP dr Kariadi Siapkan Puluhan Tenaga Kesehatan Untuk Periksa Bapaslon

Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan RSUP dr Kariadi
Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan RSUP dr Kariadi Semarang Tjokorda Gde Dalem Pemayun (kanan) memberi keterangan kepada media soal prosedur pemeriksaan kesehatan terhadap bapaslon.

Semarang, Idola 92,6 FM – RSUP dr Kariadi Semarang akan memeriksa belasan bakal pasangan calon (bapaslon), di Pilkada Serentak 2020 untuk wilayah Semarang Raya ditambah wilayah pantura barat dan timur. Pemeriksaan kesehatan bapaslon dilakukan mulai 8 September 2020, dan dijadwalkan selesai dalam dua hari ke depan.

Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan RSUP dr Kariadi Semarang Tjokorda Gde Dalem Pemayun mengatakan pihaknya sudah menyiapkan puluhan tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter spesialis dan perawat serta ditambah psikolog. RSUP dr Kariadi Semarang tidak membuat jadwal pemeriksaan terhadap bapaslon, dan dilakukan siapa pasangan yang sudah siap serta telah berada di rumah sakit.

Tjokorda menjelaskan, pemeriksaan terhadap para bapaslon ini tidak akan mengganggu pelayanan yang ada di RSUP dr Kariadi Semarang. Sebab, petugas medis yang dipersiapkan itu tidak memiliki kegiatan tumpang tindih dengan pelayanan kepada masyarakat umum.

Menurutnya, kepala staf medik juga telah membagi tugas masing-masing dokter dan perawat yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap bapaslon.

“Kita membagi menjadi dua hari. Hari pertama sebelum pemeriksaan spesifik, adalah pemeriksaan psikologi. Ada tertulis dan wawancara, ini butuh waktu panjang. Kemudian diteruskan pemeriksaan paralel yang meliputi penyakit dalam, telinga, mata dan lain-lalin dalam enam kegiatan. Oleh karena itu, kegiatan ini harus bekerja bersama-sama supaya tidak terjadi kerumunan. Kegiatan ini butuh perhatian fisik, sehingga jangan sampai lelah,” kata Tjokorda, Selasa (8/9).

Tjokorda lebih lanjut menjelaskan, pihaknya juga tetap patuh pada protokol kesehatan yang berlaku. Pada awal pemeriksaan kesehatan, akan dilakukan tes usap kepada bapaslon untuk menghindari jika kemungkinan ada yang positif COVID-19.

“Apabila memang terindikasi positif COVID-19, maka bapaslon akan langsung dikarantina selama 14 hari. Setelah tes PCR, dilanjutkan tes psikologi,” pungkasnya. (Bud)

Berikut video liputannya:

https://www.instagram.com/p/CE3bHRwFfir/

Artikel sebelumnyaRespon Siswa Yang Ikuti Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Artikel selanjutnyaDinporapar Jateng Tak Beri Izin Pengelola Candi Borobudur Tambah Kapasitas Pengunjung

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini