RSUP dr Kariadi Bakal Tambah Ruang Isolasi Jika Pasien Alami Peningkatan

Ambulan IGD RSUP dr Kariadi
Sebuah mobil ambulan standby di IGD RSUP dr Kariadi Semarang, Selasa (15/6).

Semarang, Idola 92,6 FM – RSUP dr Kariadi Semarang bakal menambah kapasitas ruang isolasi yang ada, guna mengantisipasi adanya peningkatan pasien COVID-19 rujukan dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Saat ini, kapasitas ruan isolasi di RSUP dr Kariadi sebanyak 187 unit dan akan ditambah sebanyak 40 unit dalam dua hari hingga pekan depan.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP dr Kariadi Semarang dr Agoes Oerip Poerwoko mengatakan beberapa kabupaten/kota di Jateng dalam beberapa waktu terakhir masuk kategori zona merah, sehingga pihaknya sudah memersiapkan diri dengan menambah kapasitas ruang isolasi. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di RSUP dr Kariadi Semarang, Selasa (15/6).

Agoes menjelaskan, pihaknya juga akan menambah logistik berupa obat-obatan dan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang melakukan pelayanan. Termasuk, SDM di ruang isolasi juga akan ditambah.

Menurut Agoes, pada Mei 2021 terjadi penambahan pasien COVID-19 sebanyak empat kali lipat dari 44 pasien menjadi 161 pasien.

“IGD saat ini kelihatannya penuh, sebenarnya RS dokter Kariadi ini kan rumah sakit kelas A rujukan tertinggi di Jawa Tengah khususnya. Kami tidak hanya melayani pasien COVID-19, pasien reguler juga. Kan kami rumah sakit rujukan tetep masuk ke RS dr Kariadi, sehingga IGD itu sekarang kelihatan penuh karena ada dua kategori pasien. Yakni COVID-19 dan non COVID-19. Tapi kalau dari sisi jumlahnya lebih banyak pasien non COVID-19,” kata Agoes.

Lebih lanjut Agoes menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya menerima rujukan antara 10-12 pasien COVID-19 setiap hari. Kebanyakan pasien berasal dari luar Kota Semarang, dan sisanya dalam kota.

“Kami juga pernah merawat 41 pasien dari Kudus, beberapa sudah sembuh dan dipulangkan. Saat ini total kapasitas ICU di RS dr Kariadi ada 40 ruang untuk melayani pasien COVID-19,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinporapar Jateng Minta Daerah Kembali Perketat Sektor Pariwisata
Artikel selanjutnyaPolda Jateng Fokus Tangani 4 Daerah Zona Merah

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini