Sektor Properti Belum Rasakan Dampak Dari COVID-19

Property Expo Semarang di Mal Paragon
Calon pembeli mendengarkan penjelasan dari sales properti di pameran Property Expo Semarang di Mal Paragon, Rabu (11/3).

Semarang, Idola 92,6 FM – Salah satu sektor perekonomian yang mendukung roda pertumbuhan ekonomi, adalah sektor properti. Meskipun dampak dari wabah COVID-19 sudah mulai dirasakan sejumlah sektor, namun untuk sektor properti belum berpengaruh.

Ketua Property Expo Semarang Dibya Hidayat mengatakan wabah COVID-19 memang sudah menyebar ke sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Untuk sektor properti, dampaknya masih belum dirasakan.

Hanya saja, jelas Dibya, jika wabah penyebaran COVID-19 terus menerus terjadi dan dalam jangka waktu cukup lama bisa jadi memberi pengaruh pada sektor properti. Sebab, material dari pembangunan rumah itu bahan dasarnya ada yang impor dari Tiongkok.

Dibya menjelaskan, bahan dasar yang masih menggunakan kandungan impor adalah semen dan besi. Selain itu, beberapa panel atau engsel pintu dan jendela juga mengandung bahan dasar impor.

Oleh karena itu, Dibya berharap jika penanganan wabah COVID-19 bisa segera teratasi dan tidak sampai jangka panjang.

“Dalam menghadapi isu virus (Corona) ini, pemerintah juga akan melonggarkan perbankan. Termasuk, suku bunga bisa banyak turun. Sehingga, akan menarik buat calon pembeli rumah. Isu Corona, seharusnya tidak ada dampaknya bagi properti. Tapi, yang kami takutkan itu hanya dari material rumah. Karena, kalau dihitung itu hanya material dasar yang tidak mengandung bahan impor. Yaitu batu dan pasir. Kalau semen dan besi, itu ada kandungan impornya dan impornya kebetulan dari Cina,” kata Dibya di sela pameran rumah di Mal Paragon, Rabu (11/3).

Lebih lanjut Dibya menjelaskan, meskipun kandungan impornya hanya satu persen saja tetap akan memberi pengaruh. Yakni, soal kualitas dari material bahan bangunan dan elemen lainnya dalam membangun sebuah rumah.

“Meski itu hanya satu persen saja, tapi kalau tidak ada barangnya akan tetap memberi dampak. Ini yang akan merisaukan kita para pengembang,” jelasnya.

Dibya menyatakan, untuk saat ini pihaknya masih optimistis jika dampak Corona tidak sampai mengganggu sektor properti. sehingga, segmen penjualan perumahan tetap berjalan baik dan tidak mengalami penurunan. (Bud)

https://www.instagram.com/p/B9lzA7Pn8rm/?utm_source=ig_web_copy_link

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Siap Tampung Aspirasi Masyarakat Terkait Omnibus Law
Artikel selanjutnyaMencari Jalan Keluar Terbaik Demi Keberlanjutan Program JKN-KIS Pasca Dibatalkannya Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan oleh MA?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini