Angka Positivity Rate Covid-19 di Jawa dan Bali Turun Menjadi Satu Persen

Positivity Rate
ilustrasi/istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Angka positivity rate Covid-19 di Jawa dan Bali turun menjadi satu persen selama sepekan terakhir penerapan PPKM berbasis level. Selain itu, kasus konfirmasi turun hingga 98 persen dari puncak kasus pada 15 Juli lalu.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali dalam evaluasi terbaru di Jawa Bali, melalui siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 27 September lalu.

“Angka hari ini untuk konfirmasi nasional. Itu, angka kasus harian 26 September, itu 1.700. Lebih rendah dari angka 24 Juli 2020, 1.761 kasus. Jadi, kalau dikurangin lagi hari ini, mungkin kita lebih mundur lagi. Mungkin Juli awal. Kemudian, kasus aktif nasional, juga turun 92 persen, dari puncaknya 24 Juli,” kata Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut mengatakan, kasus konfirmasi positif Covid-19 harian sudah menyentuh 864 kasus atau setara dengan angka kasus harian pada 6 Juli lalu. Luhut juga menyebut kasus aktif di Jawa-Bali turun 96 persen dari puncak pada 24 Juli 2021. Sementara itu saat ini jumlah testing Indonesia juga sudah cukup tinggi yang mencapai 170 ribu dalam satu hari.

“Jadi, angka-angka ini membuat kita tdk boleh berpuas diri, tapi justru tambah hati-hati. Karena Minggu kemarin saya dapat laporan Dandim, di Pangandaran, lebih dari 10 ribu orang yang datang tumpek blek, walaupun sudah diatur. Tapi mungkin orang sudah sangat lelah untuk tinggal di rumah itu. Tinggal pengaturannya, yang sama-sama kita perhatikan. Ini berbahaya jika tak ditangani dengan baik,” ujar Luhut Binsar Panjaitan.

Meski tingkat positifity rate sudah membaik, Luhut menyebut tingkat mobilitas masyarakat di wilayah Jawa-Bali saat ini mulai meningkat selama PPKM. Hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas ritel dan rekreasi. Padahal, pemerintah telah menerapkan ganjil-genap di kawasan tempat-tempat wisata untuk membatasi mobilitas tersebut.

“Peningkatan mobilitas aktivitas terutama retail dan recreation park. Ini mobilitas menunjukkan peningatan, walaupun sudah diambil langkah macam-macam. Mulai genap-ganjil, dan sebagainya. Tetap saja masih angka itu cukup naik. Dan, ini menjadi perhatian kita semua,” ujar Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mengingat mobilitas masyarakat juga meningkat selama PPKM level di daerah. (tim/ ade/ her)

Angka Positivity Rate Covid-19 di Jawa dan Bali Turun Menjadi Satu Persen
Artikel sebelumnyaKetika Isu PKI Muncul Jelang 30 September: Itu Tanda Kehati-hatian atau Phobia Berlebihan?
Artikel selanjutnyaPertamina Jawa Bagian Tengah Raih Penghargaan Soebroto Award 2021

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini