Daerah Sudah Siapkan Rantai Dingin Untuk Simpan Vaksin

Petugas menata vaksin Sinovac
Petugas menata vaksin Sinovac sebelum dikirim ke kabupaten/kota dengan penjagaan aparat kepolisian.

Semarang, Idola 92,6 FM – Vaksin Sinovac sebanyak 62.560 dosis yang dikirimkan Biofarma sudah diterima Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dan segera dikirimkan ke kabupaten/kota sebelum 13 Januari 2021. Setiap kabupaten/kota di Jateng juga telah menyiapkan ruang penyimpanan vaksin atau rantai dingin, sebelum digunakan untuk vaksinasi tenaga kesehatan dan penunjang kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan mekanisme pendistribusian vaksin, sehingga sebelum pelaksanaan vaksinasi serentak sudah diterima masing-masing kabupaten/kota. Setiap kabupaten/kota di Jateng juga sudah mempunyai alat, untuk menyimpan vaksin sebagai kebutuhan di daerah.

Menurutnya, alat penyimpan vaksin atau rantai dingin yang dimiliki kabupaten/kota di antaranya adalah vaksin freezer dan vaksin carrier.

Yulianto menjelaskan, untuk tahap vaksinasi tahap pertama sudah disiapkan 2.785 vaksinator dan telah menjalani pelatihan.

“Mengelola vaksin kita tidak hanya ini. Kita sejak dulu selalu mengelola vaksin. Jadi, mengelola vaksin bukan hal yang baru bagi kita. Termasuk tenaga vaksinatornya sudah biasa menyuntikkan vaksin. Yang baru itu vaksinnya,” kata Yulianto, Sabtu (9/1).

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo siap menjadi orang pertama, yang akan divaksin di level provinsi. Hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo, agar pemimpin daerah memberi contoh sebagai penerima vaksin.

Menurut Ganjar, Jateng sudah menyiapkan secara matang terkait dengan program vaksinasi. Nantinya, prioritas pertama adalah tenaga kesehatan.

“Sekarang kita masih koordinasikan. Tadi presiden juga memberi arahan soal itu. Ini kan proses di BPOM masih jalan. Jadi begitu itu jalan, kita distribusikan. Jadi, sekarang kita posisi standby tapi sudah siap,” ujar Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, pemprov juga telah menyiapkan langkah antisipasi munculnya penolakan dari pihak tidak setuju program vaksin COVID-19. Yakni, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada kelompok-kelompok yang menolak dilakukan vaksin. (Bud)

Artikel sebelumnyaTim Gabungan Siap Tindak Pelanggar Prokes di PPKM
Artikel selanjutnyaMengenal Slamet Widodo, Pelatih Atlet Disabilitas dari Solo

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini