Mengenal Metode Daur Ulang Limbah Medis yang Dikembangkan LIPI

Dr. Agus Haryono, M. Sc
Dr. Agus Haryono, M. Sc., Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI. (Photo: lipi.go.id)

Semarang, Idola 92.6 FM – Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan metode rekristalisasi yang dapat menjadi solusi daur ulang sampah medis. Metode ini dikembangkan sejak pandemi Covid-19. Karena penggunaan masker medis pada masyarakat umum semakin meningkat, sehingga perlu antisipasi terhadap limbah masker medis.

Metode ini terbilang mudah diterapkan untuk berbagai jenis plastik bahan baku APD seperti polipropilena, polietilena, polistirena, maupun polivinil klorida. Kualitas produk hasil daur ulang terjamin tetap tinggi karena tidak terdegradasi oleh pemanasan.

Ilustrasi Limbah Medis

Menurut Agus, metode pengolahan sampah plastik yang ada selama ini meliputi pembakaran daur ulang dengan cara pelelehan kembali untuk membentuk granula atau pellet. Metode ini, terkendala proses pengumpulan dan pra pemilahan yang tidak mudah. Selain itu, ada persyaratan sterilisasi sebelum dilakukan langkah-langkah pendaur-ulangan.

Selengkapnya, mengenai metode daur ulang limbah medis yang dikembangkan LIPI berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono. (yes/ her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaWarga Margoyoso Buat Gerakan Sedulur Tunggal Banyu Untuk Rawat Mata Air
Artikel selanjutnyaBagaimana Mengefektifkan PPKM?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini