Puncak Musim Hujan Waspadai Banjir di Jateng

Banjir di Kudus
Sebuah mobil yang mencoba menerjang banjir di Kudus harus dievakuasi warga.

Semarang, Idola 92,6 FM – BMKG sudah memberikan peringatan, bahwa puncak musim hujan tahun ini terjadi antara Januari hingga Februari 2021 dan perlu mewaspadai adanya kerawanan bencana banjir. BPBD Jawa Tengah juga telah memetakan daerah-daerah yang rawan terjadi bencana banjir, di antaranya di wilayah pantura.

Pelaksana tugas Kalahar BPBD Jateng Syafrudin mengatakan saat ini sudah terjadi bencana banjir di wilayah Kota Pekalongan dan Kabupaten Kudus serta Demak. Namun, saat ini daerah-daerah yang terjadi bencana banjir sudah ditangani dan di antaranya air banjir telah surut.

Syafrudin menjelaskan, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh personel BPBD kabupaten/kota se-Jateng untuk menggelar posko potensi kebencanaan. Bahkan, nomor posko kebencanaan juga diminta diinformasikan kepada masyarakat agar ketika terjadi bencana bisa dihubungi.

“Banjir di Kudus dan banjir di Demak ini sudah ditangani ya, karena sungainya itu wilayah dari BBWS dan sudah ditangani. Baik itu yang di Kudus maupun yang di Demak. Dari pemerintah kabupaten juga sudah melakukan asessment, termasuk juga memfasilitasi kebutuhannya,” kata Syafrudin, kemarin.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat, agar terus memantau informasi cuaca yang disampaikan BMKG. Bahkan, bupati/wali kota se-Jateng juga diminta menyampaikan informasi cuaca dari BMKG kepada warganya saat itu juga.

Menurut Ganjar, pada puncak musim hujan ini diprediksi intensitas curah hujan akan semakin tinggi dan meningkat.

“Maka semua kita minta untuk selalu melihat ramalan cuaca, informasi cuaca yang dirilis BMKG. Tiap hari. Terus teman-teman BPBD semuanya standby dan kemudian kita sudah sampaikan pada kawan-kawan bupati/wali kota untuk menyampaikan informasi BMKG yang terjadi hari itu,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, wilayah-wilayah yang langganan bencana banjir juga diminta waspada dan meningkatkan kesiapsiagaannya. Terutama yang berada di wilayah pantura, agar bisa mengantisipasi potensi kemacetan di jalur pantura akibat banjir. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinas Kesehatan Usul SDM Kesehatan Ikut Divaksin Tahap Kedua
Artikel selanjutnyaWarga Margoyoso Buat Gerakan Sedulur Tunggal Banyu Untuk Rawat Mata Air

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini