BMKG Ingatkan Masyarakat Soal Multi Risiko Bencana di Puncak Musim Hujan

Ilustrasi

Semarang, Idola 92,6 FM – BMKG memberikan peringatan kepada masyarakat, agar semakin waspada terhadap cuaca ekstrem pada saat puncak musim hujan tahun ini. Sebab, di puncak musim hujan pada Januari-Februari 2021 ini juga akan berdampak pada multi risiko bencana.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang Sukasno mengatakan puncak musim hujan pada Januari-Februari 2021 ini, cenderung terjadi peningkatan curah hujan dan mengarah pada cuaca ekstrem. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih mengenali lingkungan sekitarnya dan potensi bencana di daerahnya.

Menurutnya, salah satu upaya mitigasi bencana sesungguhnya adalah mampu memahami cuaca dan lingkungan tempat tinggalnya.

Sukasno menjelaskan, dengan mengenali dan memahami potensi bencana di daerah sekitarnya juga akan mengurangi dampak dari yang ditimbulkan akibat bencana hidrometeorologi tersebut. Sehingga, semua daerah patut untuk meningkatkan kewaspadaan di puncak musim hujan ini.

“Imbauan kami kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, dalam menghadapi multi risiko bencana. Baik dari aspek cuaca, iklim maupun kejadian gempa atau potensi tsunami. Untuk itu juga ada informasi tentang cuaca ekstrem, gempa bumi yang merusak dan lain-lain yang berkaitan dengan meteorologi, klimatologi dan geofisika mohon dapat menghubungi kami untuk informasi kebenarannya. Insya Allah kami akan memberikan penjelasan secara teknis,” kata Sukasno, Kamis (28/1).

Lebih lanjut Sukasno menjelaskan, dengan adanya potensi cuaca ekstrem dan multi risiko bencana itu masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar dataran tinggi, dan wilayah pantura.

“Potensi bencananya kalau wilayah dataran tinggi adalah angin puting beliung dan tanah longsor, kalau wilayah pantura waspadai banjir,” pungkasnya. (Bud)