Bulog Pastikan Stok Pangan di Jateng Aman Sampai Lebaran

Beras Bulog
Petugas di gudang Bulog memeriksa kualitas beras.

Semarang, Idola 92,6 FM – Bulog Kanwil Jawa Tengah memastikan, stok komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat dalam posisi aman menjelang Ramadan hingga akhir Lebaran mendatang. Masyarakat diminta tetap tenang, dan tidak perlu belanja berlebihan.

Wakil Pemimpin Bulog Kanwil Jateng Muhson Chudlori mengatakan sampai dengan saat ini, kondisi stok komoditas pangan dalam posisi aman menjelang Ramadan hingga Lebaran mendatang. Bahkan, stok komoditas pangan di Jateng dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, Rabu (23/3).

Muhson menjelaskan, saat ini untuk komoditas minyak goreng stok yang ada sekira 50 ribu liter dan akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat. Sedangkan untuk tepung terigu sekira tujuh ton, gula pasir sebanyak 140 ton dan memasuki bulan Ramadan bertambah 300 ton.
Menurutnya, untuk komoditas beras di Jateng juga dalam kondisi aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan hingga Lebaran.

“Stok yang kami kuasai untuk beras sampai hari ini, tanggal 23 Maret sebanyak 29 ribu ton. Dan ini terus bertambah, seiring dengan memasuki masa panen. Kebutuhan pangan pokok masyarakat di bulan Ramadan dan Lebaran, sebenarnya dalam jumlah yang cukup. Dan Bulog akan hadir, ketika masyarakat membutuhkan,” kata Muhson.

Lebih lanjut Muhson menjelaskan, terkait dengan harga jual komoditas pangan juga masih terjangkau. Pemerintah pusat sudah mengatur ketentuan harga jual, bagi seluruh komoditas pangan yang dikuasai Bulog.

Muhson memberi contoh minyak goreng, di Bulog menjual dengan harga Rp23 ribu dan merupakan harga akhir di tangan konsumen. Sedangkan untuk gula, dihargai Rp13.500 per kilogram.

“Kita ingin menyediakan kebutuhan pokok pangan bagi masyarakat, dengan harga yang sudah diatur ketetapan pemerintah,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenteri ESDM Ajak Warga Pakai Motor Listrik
Artikel selanjutnyaBI Sebut Capaian Vaksinasi Bakal Dorong Pertumbuhan Ekonomi