Dinkop Jateng Sinergikan KSP Dengan Koperasi Sektor Riil

Ema Rachmawati
Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati saat berdialog dengan salah seorang nasabah koperasi yang rumahnya akan direnovasi.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah akan memertemukan antara koperasi simpan pinjam (KSP) dengan koperasi sektor riil, dalam upaya peningkatan kemajuan perkoperasian. Khususnya, untuk koperasi sektor riil yang keberadaannya belum bisa menyamai KSP.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan pada tahun ini, pihaknya akan mencoba menginisiasi sinergitas antara KSP dengan koperasi sektor riil. Terutama, koperasi sektor riil yang dinilai perkembangannya belum baik dari segi manajemen. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di acara bedah rumah di Kecamatan Banyumanik, kemarin.

Ema menjelaskan, selama ini masih banyak koperasi sektor riil di Jateng yang sistem manajemennya kurang baik sehingga tidak mampu berkembang. Sedangkan ada banyak KSP di Jateng memiliki dana cukup besar, tetapi anggotanya enggan meminjam. Sehingga, dana yang dimiliki KSP itu bisa dialihkan dan diarahkan kepada koperasi sektor riil dalam mengembangkan usahanya.

Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendorong KSP lebih aktif menyasar sektor riil dalam upaya membantu pemulihan perekonomian nasional.

“Kita juga ingin ada kolaborasi antara koperasi simpan pinjam dengan koperasi sektor riil. Kan banyak koperasi simpan pinjam yang mungkin dana idle dan dananya besar-besar, sementara anggota takut untuk pinjam. Nah kondisi ini akan kita coba untuk kerja sama, antara koperasi simpan pinjam dengan koperasi sektor riil. Kita akan coba gagas di tahun ini mempertemukan seperti Koperasi Nasari kan besar, kita coba temukan dengan koperasi sektor riil yang dari sisi manajemen masih buruk. Dari koperasi simpan pinjam yang besar ini bisa melakukan pendampingan,” kata Ema.

Lebih lanjut Ema menjelaskan, sektor riil akan bisa menjadi salah satu bidang bisnis yang menguntungkan di samping bisnis simpan pinjam. Tidak hanya mendatangkan untung besar, tapi juga meminimalkan kerugian bisnis.

“Mudah-mudahan, kolaborasi yang akan kita lakukan ini bisa membuat perkoperasian di Jawa Tengah terus tumbuh dan bangkit,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKesiapan, Antara Konsep dan Pelaksanaannya di Lapangan, Apa Kabar Kurikulum Merdeka Belajar?
Artikel selanjutnyaDishanpan Jateng Berikan Subsidi Harga Pangan Pokok Strategis
Wartawan senior Radio Idola Semarang.