Jalur Afirmasi Banyak Membantu Calon Siswa

Calon Siswa
Noverin Zubayda dibantu ibundanya menyiapkan berkas untuk masuk ke SMAN 1 Ungaran.

Ungaran, Idola 92,6 FM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah mendapat apresiasi dari para siswa, yang akhirnya bisa masuk sekolah negeri favorit melalui jalur afirmasi. Salah satunya, jalur afirmasi khusus untuk calon peserta didik karena orang tua meninggal akibat COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Uswatun Hasanah mengatakan banyak calon peserta didik di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022/2023 kemarin, merasa terbantu dan tertolong berkat kebijakan jalur afirmasi. Khususnya, untuk para calon peserta didik yang orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar COVID-19. Pernyataan itu dikatakan saat melakukan peninjauan ke Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, Jumat (15/7).

Uswatun menjelaskan, pemprov memang pada PPDB 2022/2023 ini mengeluarkan kebijakan untuk anak yatim piatu akibat COVID-19 bisa mendapat kemudahan bisa diterima melalui jalur afirmasi. Khususnya, bisa masuk di sekolah negeri favorit di daerahnya masing-masing.

Menurutnya, untuk persentase jalur afirmasi siswa yatim piatu korban COVID-19 ini sebesar dua persen dari kuota di PPDB 2022/2023.

“Nah ini perlu diingat bahwa tahun lalu sekitar bulan Juli pas (varian) Delta, itu banyak sekali orang tua dari calon peserta didik yang meninggal karena COVID-19. Jadi, kalau mereka tidak diberikan persentase khusus maka kemungkinan besar mereka tidak sekolah. Di jalur afirmasi ini 20 persen, itu tujuannya adalah salah satunya juga untuk mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan angka partisipasi kasar untuk anak sekolah,” kata Uswatun.

Uswatun Hasanah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng:

Lebih lanjut Uswatun menjelaskan, banyak para calon peserta didik yang mengucapkan rasa terima kasih karena sudah dibantu. Sehingga, mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Terutama, bisa bersekolah di sekolah negeri favorit.

“Ya ini berkah buat mereka dan bagian dari tanggung jawab pemerintah, untuk memberikan akses pendidikan merata dan berkualitas kepada semua anak usia sekolah,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Cara Negara Dalam Memagari Pejabatnya agar Tak Menggadaikan Etika?
Artikel selanjutnyaSMKN Jateng Buka Kelas Khusus Magang di Jepang