Mengenal Tengkawang, Buah Khas Kalbar bersama Deman Huri

Buah Tengkawang
Buah tengkawang salah satu flora yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat mempunyai nilai ekonomis yang baik. Buah ini bisa diolah menjadi butter, minyak nabati, dan turunan produk lainnya. (Photo dok Deman)

Kalbar, Idola 92.6 FM – Tengkawang merupakan salah satu flora yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat dan telah dibudidayakan sejak 1881. Masuk dalam genus Shorea atau meranti, membuat pohon ini mempunyai nilai ekonomis yang baik yakni bisa dibuat butter.

Menurut Direktur Institut Riset dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan (INTAN) Pontianak Kalbar, Deman Huri, tanaman tengkawang sangat dihargai oleh orang Melayu dan Dayak.”Kalau Melayu untuk obat, kalau di masyarakat Dayak, jika ada konflik hukum, menggunakan rendaman tengkawang,”tutur Deman kepada Radio Idola, pagi (09/12) tadi.

Tanaman Tengkawang
Tanaman tengkawang. Dari buah, pohon, daun, sampai akarnya bisa dimanfaatkan. (Photo dok Deman)

Selain itu, buah/tanaman tengkawang juga disebut sebagai pohon suci.”Pelafalan dalam doa masyarakat Dayak, buah ini selalu disebut,”tambah Deman.

Butter tengkawang
Butter tengkawang. Senyawa kimianya lebih tinggi dari salmon. Mengandung omega 3, 6, 9 sangat bermanfaat untuk pencegahan stunting. (Photo dok Deman)

Sebenarnya tanaman tengkawang tidak hanya tumbuh di Kalimantan, tapi bisa juga tumbuh di Sumatera dan di Kebun Raya Bogor.”Tapi buahnya kecil, kalau di sini besar,”ungkap Deman yang menyebutkan bahwa di Kalimantan ada 6 jenis meranti-merantian.

Deman Huri S.Hut
Deman Huri S.Hut-Direktur Institut Riset dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan (INTAN) Pontianak Kalbar bersama produk olahan tengkawang. (Photo dok Deman)

Lalu di lahan seperti apa yang bisa digunakan untuk tanam tengkawang? Bagaimana pemanfaatannya? Bagaimana prosesnya? Karena konon kandungan senyawa kimia dari tengkawang lebih tinggi dari salmon.

Selengkapnya, mengenal tengkawang, salah satu buah khas dari Kalimantan Barat (Kalbar) yang bisa dibuat sebagai butter dan minyak nabati, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Deman Huri S.Hut, Direktur Institut Riset dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan (INTAN) Pontianak Kalbar. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMemahami Pro-kontra RUU Kesehatan
Artikel selanjutnyaAlpukat Rifai Disiapkan Jadi Komoditas Ekspor
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang