DPMPTSP Jateng Berharap Dibuka Lagi Penerbangan Luar Negeri Khususnya Singapura

Sakina Rosellasari
Sakina Rosellasari, Kepala DPMPTSP Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah menyebut, investasi dari Singapura paling mendominasi dan menjadi yang tertinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Oleh karena hal itu, DPMPTSP Jateng meminta ada penerbangan luar negeri ke Singapura melalui Bandara Ahmad Yani atau Bandara Adi Sumarmo.

Kepala DPMPTSP Jateng Sakina Rosellasari mengatakan pada triwulan pertama 2024 tercatat, investasi yang masuk ke provinsi ini mencapai Rp15,167 triliun dan paling banyak berasal dari Singapura. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, pekan kemarin.

Menurut Sakina, pihaknya memang sudah mengetahui bahwa Bandara Ahmad Yani dan Adi Sumarmo tidak lagi melayani penerbangan internasional.

Hal tersebut, tentunya akan berpengaruh terhadap iklim investasi di Jateng mengingat investor asal Singapura cukup banyak di provinsi ini.

Sakina menjelaskan, pihaknya pernah mendapat surat dari maskapai Garuda Indonesia terkait data sebaran investasi asing yang ada di Jateng termasuk termasuk jumlah ekspatriat berasal dari negara mana saja.

Hal tersebut bisa jadi, sebagai kajian dalam menentukan ada tidaknya atau dibukanya penerbangan dari luar negeri.

“Kalau dibuka lagi paling tidak ada penerbangan dari Ahmad Yani atau dari Adi Sumarmo, ke yang dekat dulu ke Singapura. Sebab, investasi tertinggi di Jawa Tengah kan Singapura. Jadi berharap investor Singapura yang akan ke KEK atau KITB maupun kawasan industri lainnya itu mudah aksesnya tidak melalui Soekarno-Hatta saja,” kata Sakina.

Diketahui Kementerian Perhubungan telah mencabut status internasional 17 bandara di Indonesia.

Dua bandara di Jateng yang sebelumnya menyandang status internasional juga dicabut, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Sumarmo Boyolali. (Bud)

Artikel sebelumnyaEvent Olahraga Jadi Daya Dorong Ekonomi Daerah
Artikel selanjutnyaRiza Azyumarridha Azra, Petani dan Pengusaha Milenial dari Banjarnegara