Bazar KKN USM Angkat Produk Lokal Wilayah Genuk

Stand Rindang Jambu Air Kelurahan Sembungharjo.

Semarang, Idola 92.6 FM – Sejumlah produk-produk lokal khas dari 13 Kelurahan se Kecamatan Genuk, Kota Semarang dipamerkan dalam bazar yang di gelar di halaman Kantor Kecamatan Genuk, Rabu, (8/2/17).

13 stan yang ada dihias dengan kreativitas mahasiswa, dan saling berlomba menampilkan produk-produk wilayah di Kelurahan masing-masing.

Misalnya, produk olahan sari jambu air khas Kelurahan Sembungharjo, sari minuman mangga Karangroto, hingga produk jamu-produk jamu yang banyak dihasilkan dari kelurahan yang ada di Kec Genuk itu.

Bazar yang digelar oleh Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) angkatan XIV Universitas Semarang (USM) ini juga terdapat lomba memancing ikan lele, memggambar ibu dan anak, sampai menjual 700-an sembako murah yang juga telah dijual ke warga di Kecamatan Genuk.

Camat Genuk, Sumardjo dalam sambutannya menyampaikan, dengan kondisi geografis di wilayahnya tentu menjadi keunggulan tersendiri ketimbang wilayah lainya di Kota Semarang.

Seperti diketahui wilayah Kec Genuk, memiliki geografis kawasan pantai seperti Trimulyo dan Terboyo Wetan, sampai tanah yang subur dengan banyak pohon rindang seperti Sembunhgharjo dan Bangetayu Wetan.

“Kami berterimakasih, mahasiswa KKN USM ini telah berkontribusi untuk mengangkat potensi terlebih untuk menggarap program Pemkot Semarang, yaitu Kampung Tematik dan Kampung Hebat,” katanya.

Kreativitas mahasiswa, lanjutnya, sudah bisa digambarkan nyata dalam kampung hebat dan tematik. Kampung sudah terlihat hidup dengan kreativitas mahasiswa.

Sampai saat ini dengan kegiatan KKN USM, beberapa kampung di Kec Genuk terlihat berwarna-warni dengan mural dan pengecatan jalan yang telah dilakukan bersama warga.

Salah satu mahasiswa KKN USM, Mia Rosalina menjabarkan ia membuat stan yang cukup menarik dengan tatanan yang menggambarkan potensi wilayahnya bertugas di Kelurahan Sembungharjo.

Ia membuat stan dengan menggunakan bahan sederhana caping dengan hiasan daun jambu air. Hiasan daun jambu air itu menggambarkan kampung tematik Kelurahan Sembungharjo yaitu “Rindang Jambu Air”.

“Semoga dengan ini, selanjutnya kami berharap Kelurahan Sembungharjo semakin rindang. Semakin banyak yang menanam jambu air agar benar benar menjadi kampung tematik yang dapat mengangkat perekonomian warga,” ujarnya. (DAN)

Artikel sebelumnyaMendagri: KTP Elektronik Untuk E-Votting Maka Warga Harus Sukarela Lakukan Perekaman Data
Artikel selanjutnyaWarga Jateng Dilarang ke Jakarta Pada 11 Februari, Ini Alasan Kapolda Jateng