Memindahkan Ibu Kota ke Kawasan Gambut, Apa Plus Minusnya?

Semarang, Idola 92.6 FM – Pemerintah saat ini terus menggodok rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia. Sejumlah daerah di luar Pulau Jawa mengemuka. Di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat. Terkini, Kota Palangkaraya semakin kuat terpilih dibanding daerah lain. Tak hanya di era Presiden Jokowi, sekira tahun 1957 Bung Karno pun pernah mencanangkan rencana memindahkan ibu kota ke Palangkaraya.

Menurut Pendiri dan Mantan Ketua Himpunan Gambut Indonesia Bambang Setiadi, perlu banyak alasan ketika memilih Palangkaraya. Sebab, Palangkaraya merupakan kawasan yang dikelilingi kawasan gambut yang luas bahkan salah satu yang terluas di Indonesia.

Lantas, jika Palangkaraya nanti dipilih, apa plus-minusnya selain faktor berada di kawasan Gambut? Aspek apa yang mesti dipertimbangkan Pemerintah? Berkaca pada pengalaman sejumlah Negara yang memindahkan ibu kota negaranya—hal apa saja yang patut diperhatikan pemerintah? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Pendiri dan Mantan Ketua Himpunan Gambut Indonesia (HGI) Bambang Setiadi. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMenimbang Performa dan Kinerja Menteri Kabinet Kerja di Tengah Isu Reshuffle
Artikel selanjutnyaBPOM Imbau Masyarakat Tak Salahgunakan Obat Depresi
Editor In Chief Radio Idola Semarang.