Dinas Pendidikan Jateng Mulai Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Seorang guru di Kota Tegal
Seorang guru di Kota Tegal mendampingi siswa yang melakukan simulasi pembelajaran tatap muka.

Semarang, Idola 92,6 FM – Tujuh sekolah yang ada di Jawa Tengah mulai uji coba pembelajaran tatap muka, khusus untuk jenjang pendidikan SMA/SMK negeri. Namun, untuk Kabupaten Wonosobo urung dilakukan karena masuk zona merah COVID-19.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Padmaningrum mengatakan sekolah-sekolah yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka, selama dua pekan melaksanakan simulasi terlebih dulu. Hasil dari simulasi selama dua pekan, akan menjadi bahan evaluasi untuk tahap berikutnya.

Padma menjelaskan, masing-masing sekolah yang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan melibatkan maksimal 100 siswa. Sedangkan siswa lainnya, tetap menjalani pembelajaran secara daring.

Menurutnya, dari hari pertama uji coba sekolah tatap muka berjalan lancar dan sesuai protokol kesehatan.

“Untuk Wonosobo itu kan sekarang masih merah, jadi mungkin tidak dilakukan. Yang penting untuk tahap pertama ini, tidak semua anak peserta didik ikut dan tidak semua guru ikut. Tetap sekolah melakukan assessment dengan berbagai pertimbangan yang ada. Nanti kita evaluasi dengan menambah sedikit demi sedikit peserta didik dari tiap jenjang pendidikan,” kata Padma, Senin (7/9).

Sementara Kepala SMA Pius Kota Tegal, Lidwina menyatakan bahwa sekolahnya ditunjuk ikut ambil bagian dari simulasi pembelajaran tatap muka. Sehingga, pihaknya telah memersiapkan sarana prasarana pendukung sejak tahun ajaran baru kemarin.

“Penerapan protokol kesehatan sudah matang, mulai dari ruangan siswa dan guru serta ruang isolasi. Kami juga menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan alat cek suhu tubuh,” ujar Lidwina.

Lebih lanjut Lidwina menjelaskan, untuk kantin sekolah saat ini masih ditutup dan siswa atau guru diminta membawa bekal dari rumah. Siswa yang berangkat dan pulang sekolah, wajib diantar dengan kendaraan sendiri atau jalan kaki. (Bud)

Artikel sebelumnyaPilkada 6 Daerah di Jateng Ini Hanya Diikuti Satu Paslon Saja
Artikel selanjutnyaIndari Mastuti, Pendiri Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis