Minggu Malam Puncak Arus Balik Libur Panjang

Gerbang Tol Kalikangkung
Sejumlah kendaraan mengantre di Gerbang Tol Kalikangkung, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Polda Jawa Tengah menyebutkan, Minggu (1/11) malam menjadi puncak dari arus balik libur panjang pekan kemarin. Total ada 200 ribuan kendaraan meninggalkan Jateng, menuju ke wilayah Jabodetabek.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan selama lima hari libur panjang pada pekan kemarin, situasi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di provinsi ini dalam situasi kondusif. Pergerakan lalu lintas juga masih bisa dikendalikan petugas di lapangan, sehingga tidak terjadi kemacetan panjang.

Iskandar menjelaskan, selama libur panjang juga diterapkan Operasi Zebra Candi untuk memantau pergerakan arus lalu lintas kendaraan dan mobilitas masyarakat. Terutama, kendaraan yang menuju ke sejumlah obyek wisata di Jateng.

Menurutnya, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jateng untuk mengatur pergerakan lalu lintas dan melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya, melarang kendaraan berat bersumbu tiga atau lebih untuk melintas di ruas jalan tol.

“Dan tadi malam itu puncaknya ya. Data yang kita peroleh, kendaraan yang masuk Jawa Tengah ini kurang lebih 200 ribu kendaraan. Puncaknya memang tadi malam. Semua jajaran lalu lintas dari polres hingga polsek yang melakukan pengamanan di jalan, tetap memantau protokol kesehatan yang dipakai pengguna jalan,” kata Iskandar di sela peringatan HUT ke-69 Humas Polri di Mapolda, Senin (2/11).

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna:

Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, selama pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik libur panjang tidak terjadi kejadian luar biasa. Bahkan, jajaran kepolisian juga terus memantau situasi di pusat-pusat keramaian serta lokasi wisata.

“Selama pandemi ini, kita tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mendisiplinkan masyarakat. Polri sifatnya hanya membantu pemerintah daerah setempat. Sampai sekarang saja yang saya tahu dalam rangka operasi yustisi, denda yang sudah terkumpul saja kurang lebih ada Rp200 juta,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Meningkatkan Inklusi Keuangan untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi?
Artikel selanjutnyaLibur Panjang, Terjadi Kenaikan Penumpang di Bandara Ahmad Yani Hingga 25 Persen

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini