Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Lagi Anggota Yang Meninggal Karena COVID-19

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat memberi keterangan kepada media di Mapolda Jateng, Kamis (27/8).

Semarang, Idola 92,6 FM – Mabes Polri sudah menginstruksikan kepada jajaran ke tingkat daerah, untuk serius dalam penanganan COVID-19 dan melindungi anggota Polri serta masyarakat tidak lagi menjadi korban pandemi. Wakapolri meminta jajarannya, untuk mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan dalam memutus rantai penularan COVID-19 sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, maka semua pihak harus mengkampanyekan penggunaan masker di setiap tindakan dan perilaku sehari-hari. Pihaknya sudah menyampaikan kepada jajaran di daerah, untuk menyukseskan Zero COVID-19 di internal kepolisian.

Wakapolri menjelaskan, pihaknya sudah meminta kepada kabid Dokkes dan kepala Rumah Sakit Bhayangkara serta karo SDM di masing-masing polda se-Indonesia untuk fokus dan memerhatikan kesehatan anggota selama bertugas. Bahkan, pengecekan kesehatan secara rutin harus terus dilakukan.

“Jadi, saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran, tidak ada lagi anggota Polri yang meninggal karena COVID-19. Kalau ada anggota Polri yang meninggal karena COVID-19, saya akan evaluasi kabid Dokkes, kepala rumah sakitnya dan karo SDM. Siapa yang lalai menangani mereka. Kalau memang lalai, ya kita evaluasi yang bersangkutan. Kalau memang sudah upaya maksimal dan terjadi, ya sudah takdir Tuhan,” kata Gatot di sela pembagian masker kepada masyarakat di halaman Mapolda Jateng, Kamis (27/8).

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, masyarakat luas juga harus mampu dan berkontribusi dalam memutus penularan COVID-19. Salah satunya, tetap memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Indonesia memang akan mendapat vaksin hingga akhir 2021 itu, sebanyak 292 juta vaksin. Tapi, sambil menunggu vaksin itu tersedia masyarakat tetap jangan lengah dan terus memakai masker,” tandasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaSepi Pendaftar Pemantau Pilkada 2020 di Jateng
Artikel selanjutnyaTujuh Sekolah di Jateng Diizinkan Gelar Belajar Tatap Muka