Mengenal Monumen Kapsul Waktu dan Kisah Markas Avengers di Merauke Papua bersama Arkeolog Hari Suroto

Hari Suroto
Hari Suroto, Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua. (Ilustrasi/radioidola.com)

Semarang, Idola 92.6 FM – Merauke memiliki destinasi yang keren. Monumen kapsul waktu, sepintas arsitektur monumen ini mirip dengan ikon Avengers yaitu huruf A besar. Monumen ini sebagai simbol modernitas Indonesia dari ujung timur Indonesia.

Lokasi monumen seluas 2,5 hektar itu dekat dengan Bandara Mopah sehingga dapat dilihat saat pesawat mendarat. Saat ini monumen kapsul waktu telah menjadi landmark Kota Merauke.

Monumen ini menyimpan pesan-pesan dan harapan anak-anak Indonesia untuk 2015-2085 atau 70 tahun ke depan. Impian dalam kapsul waktu itu dihimpun pada tahun 2015 lewat ekspedisi melintasi 34 provinsi.

Monumen Kapsul Waktu
Monumen Kapsul Waktu di Merauke Papua. (Photo/Boombastis)

Anak muda terpilih di setiap provinsi menulis keinginannya 70 tahun ke depan, yang kemudian disimpan di monumen kapsul waktu dan akan dibuka pada 2085.

Sebenarnya monumen yang mirip logo Avengers ini adalah bangunan tugu yang terinspirasi dari menara perang Suku Dani dengan lima akses masuk bangunan yang merepresentasikan lima suku asli Merauke (Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu) sebagai penjaga tugu kapsul waktu.

Ukuran monumen, yakni lebar 17 m, tinggi 8 m, dan panjang 45 m mempresentasikan angka 17, 8, dan 45 yang bermakna spesial bagi Indonesia yakni tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan.

Monumen Kapsul Waktu
Monumen Kapsul Waktu di Merauke Papua. (Photo/Boombastis)

Bagian dalam monumen dihiasi relief mengenai perjalanan Republik Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan Papua.

Selain menjadi ruang terbuka publik bagi masyarakat Merauke, monumen kapsul waktu diharapkan dapat menjadi destinasi wisata dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi kreatif.

Selengkapnya, mengenai monumen kapsul waktu yang sepintas arsitekturnya mirip dengan ikon Avengers yaitu huruf A besar dan apa pesan penting di baliknya untuk masa depan, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Hari Suroto, Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua. (har/yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMengenal Sarung Tangan Lateks Ramah Lingkungan Inovasi Mahasiswa ITS Surabaya
Artikel selanjutnyaMengurai Benang Kusut Korupsi: Di Antara Sikap Pasif Masyarakat pada Persoalan Hukum dan Politik Kita