Berdamai Dengan Covid-19: Ngobrol Bareng Arkeolog Hari Suroto, Sang Penyintas Covid-19

Hari Suroto Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua/Penyitas Covid-19.
Hari Suroto Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua/Penyitas Covid-19.

Semarang, Idola 92.6 FM – Pada awalnya Hari Suroto, arkeolog dari Balai Arkeologi Papua dideteksi terkena malaria tropika. Setelah diminta istirahat oleh dokter selama tiga hari, malaria menghilang dari tubuhnya. Tapi anehnya badan tetap lemas, sakit kepala, demam, batuk kering, nyeri tenggorokan, hilangnya indra perasa dan penciuman, serta kesulitan bernafas atau sesak nafas. Ada apa gerangan? Hari pun bertanya-tanya waktu itu.

Ternyata Hari terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri di RSUD Abepura Kota Jayapura. Hasil ini diketahui, setelah sehari sebelumnya ia mengikuti Swab PCR secara kolektif di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Papua.

Selama menjalani isolasi mandiri di RSUD Abepura, tiga hari pertama dirinya menggunakan bantuan oksigen karena sesak nafas dan kadar oksigen yang rendah. Setelah itu, bantuan oksigen dilepas, hingga sesak nafas sudah berkurang dan oksigen sudah normal. Selama seminggu dalam masa isolasi, ia diberi obat dan vitamin. Setelah itu, hanya suplemen dan vitamin yang diberikan.

Hari Suroto Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua menuju ruang isolasi setelah terkonfirmasi positif Covid-19
Hari Suroto Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua menuju ruang isolasi setelah terkonfirmasi positif Covid-19. (photo dok Hari)

Seminggu berlalu. Hari menjalani tes swab, hasilnya masih positif. Empat hari kemudian ia di swab lagi, hasilnya tetap positif. Empat hari kemudian ia diswab yang ketiga kalinya selama di rumah sakit, barulah hasilnya negatif. Selanjutnya ia diperbolehkan pulang ke rumah. Oleh dokter yang menangani, ia disuruh isolasi mandiri di rumah dengan diberi vitamin.

Yang menjadi pertanyaan, kira-kira di mana Hari terpapar virus Covid-19? Padahal selama ini, ia mengaku patuh dan mengikuti protokol kesehatan, menjaga jarak, selalu cuci tangan, dan memakai masker. Ia menduga terpapar covid-19 saat perjalanan balik dari libur Natal dan Tahun Baru. Pada waktu itu, ia melakukan perjalanan dari Gorontalo, transit Makassar dan selanjutnya ke Jayapura.

Lalu, pengalaman apa saja yang dialami Hari sebagai penyintas Covid-19 selama masa pemulihan dari Covid-19? Hal-hal apa saja yang dilakukan selama menjalani masa isolasi? Obat, vitamin, dan makanan apa saja yang dikonsumsi Hari selama menjalani perawatan hingga isolasi mandiri?

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Hari Suroto, Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua, Sang penyintas Covid-19. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaPolda Jateng Tangani Kasus Buku Tiga Serangkai
Artikel selanjutnyaBagaimana Mengembangkan Talenta untuk Mengimbangi Kemajuan Teknologi?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini