Polres Semarang Imbau Warga Tak Gelar Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru

AKBP Yovan Fatika
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika memberikan penjelasan soal larangan menggelar pesta kembang api di malam pergantian tahun.

Semarang, Idola 92,6 FM – Polres Semarang bersama Pemkab Semarang bersepakat, melarang warga mengadakan pesta kembang api di malam pergantian tahun. Warga juga diimbau tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul, yang berpotensi terjadi kemunculan kasus COVID-19.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengatakan guna mencegah terjadinya kemunculan kasus COVID-19 di pergantian tahun, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemkab untuk melarang warga mengadakan pesta kembang api. Pernyataan itu dikatakannya saat dihubungi lewat sambungan telepon, kemarin.

Yovan menjelaskan, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat berkaitan larangan mengadakan pesta kembang api di malam Tahun Baru. Pihaknya juga akan mengawasi dan menjaga tempat-tempat keramaian, guna mencegah kerumunan.

Menurutnya, Polres Semarang bersama pemkab akan berupaya mencegah terjadinya kasus baru COVID-19 pada masa libur Natal 2021 maupun Tahun Baru 2022.

“Jadi tadi itu masih rapat koordinasi internal Polres Semarang, kaitannya untuk persiapan Nataru. Kemudian pengelolaan dan pendataan tempat ibadah, khususnya gereja dan SOP prokesnya saat ibadah. Kemudian keramaian-keramaian saat perayaan Natal, dan kembang api juga. Jadi, diperkirakan untuk tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian di Tahun Baru itu tidak boleh ada pesta kembang api,” kata Yovan.

Lebih lanjut Yovan menjelaskan, untuk kegiatan perayaan Natal di tempat ibadah juga telah dilakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan. Sesuai peraturan yang dibuat pemerintah pusat, maka perayaan Natal di tempat ibadah maupun tempat lainnya diimbau tidak lebih dari 50 persen kapasitas jemaat.

“Pengurus gereja atau penyelenggara misa Natal juga telah kami informasikan, untuk bisa menerapkan protokol kesehatan. Menyiapkan hand sanitizer di tempat acara, melakukan sterilisasi area dan jaga jarak,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaAntisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Epidemiolog Meminta Pemerintah Tingkatkan Vaksinasi
Artikel selanjutnyaBNPT Buat Program Kemandirian Ekonomi Eks Napiter

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini