Warga Tambakrejo Dirikan Dapur Umum

Dapur umum bagi warga terdampak banjir
Personel kepolisian ikut membantu dapur umum bagi warga terdampak banjir.

Semarang, Idola 92,6 FM – Wilayah Kelurahan Tambakrejo di Kecamatan Gayamsari, menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir sejak Sabtu (6/2) kemarin. Guna memenuhi kebutuhan makan warga, sudah didirikan dapur umum dari Pemkot Semarang dan Polrestabes Semarang.

Salah satu Ketua RW di Kelurahan Tambakrejo, Mahmud mengatakan banjir memang hampir menggenangi seluruh wilayah Tambakrejo. Bahkan, ketinggian air di dalam rumah sudah mencapai satu lutut orang dewasa.

Menurut Mahmud, warga bergotong royong membuat dapur umum dibantu Pemkot Semarang dan aparat kepolisian. Tujuannya, agar masyarakat tidak kekurangan makan di tengah bencana banjir.

“Kira-kira satu kelurahan untuk Tambakrejo. Untuk aktivitas warga terganggu, karena air yang masuk di rumah hampir satu lutut orang dewasa. Untuk makan, sebagian warga berinisiatif buat dapur umum sendiri. Tapi kita pastikan semua warga dapat makan dari dapur umum,” kata Mahmud, Minggu (7/2) kemarin.

Salah satu Ketua RW di Kelurahan Tambakrejo, Mahmud:

Mahmud menjelaskan, bantuan logistik dari pemerintah juga telah diterima dan langsung diolah untuk konsumsi masyarakat setempat.

Sementara itu Kepala UPTD Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah Dua DPU Kota Semarang Yoyok Wiratmoko menjelaskan, pihaknya juga tengah berupaya menyedot air yang menggenangi sekitar Kota Lama. Saat ini, rumah pompa Berok menjadi tumpuan utama penanganan banjir di kawasan Kota Lama.

Menurut Yoyok, rumah pompa di kawasan Kota Lama sebenarnya belum diserahterimakan kepada Pemkot Semarang sehingga penanganan banjir belum optimal.

“Belum diserahkan ke Pemerintah Kota Semarang, itu masih di ranah PUPR. Kita sudah lakukan komunikasi, dan itu sudah nyala semuanya. Itu pompa Berok Baru atau pompa Kota Lama. Itu hanya mencakup Kota Lama saja,” ujar Yoyok.

Kepala UPTD Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah Dua DPU Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko:

Lebih lanjut Yoyok menjelaskan, di kawasan Kota Lama terdapat pusat transportasi publik. Yakni Stasiun Tawang, dan kondisinya ikut tergenang banjir. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenhub Perintahkan Semua Instansi Bersinergi Atasi Banjir
Artikel selanjutnyaJaringan Listrik di 35 Ribuan Rumah Pelanggan Sudah Nyala