Baznas Jateng Bantu Pasok Oksigen ke Rumah Sakit

Truk isotank
Truk isotank yang memuat 60 ton oksigen bantuan dari Baznas Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Baznas Jawa Tengah ikut turun tangan, dalam upaya memenuhi kebutuhan oksigen bagi rumah sakit yang sedang merawat pasien COVID-19. Sebagai langkah penanganan keadaan darurat Baznas Jateng memberikan bantuan oksigen sebanyak 60 ton kepada 10 rumah sakit, Jumat (30/7).

Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan di tengah kasus pandemi COVID-19 belum mereda dan pasien membutuhkan bantuan oksigen, maka pihaknya ikut berpartisipasi dengan memberikan bantuan oksigen kepada 10 rumah sakit rujukan yang sedang menangani pasien COVID-19. Bantuan oksigen yang diangkut truk isotank itu, diserahkan langsung kepada Gubernur Ganjar Pranowo.

Darodji menjelaskan, pada masa sulit sekarang ini pihaknya memahami kebutuhan oksigen bagi rumah sakit cukup penting. Sebab, dibutuhkan untuk membantu pasien yang terpapar COVID-19 dan membutuhkan bantuan oksigen.

Menurut Darodji, Baznas Jateng mengeluarkan dana sebesar Rp255 juta untuk pembelian oksigen sebanyak 60 ton tersebut.

“Mengadakan oksigen sebanyak 60 ton, dibagi kepada 10 rumah sakit di Jawa Tengah. Yang tujuh itu rumah sakit milik pemerintah daerah, terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa. Sedangkan yang tiga itu adalah rumah sakit swasta, yaitu RS Roemani dan RS Sultan Agung dan RS NU di Demak,” kata Darodji.

Sementara itu Direktur RSUD Tugurejo Semarang Haryadi Ibnu Junaedi menyatakan, bantuan oksigen dari Baznas Jateng dianggap cukup membantu rumah sakit rujukan dalam merawat pasien COVID-19. Sebab, memang kebutuhan oksigen saat ini cukup penting dalam menyelamatkan nyawa pasien.

Haryadi menjelaskan, bantuan oksigen tersebut cukup bermanfaat bagi rumah sakit yang menangani pasien COVID-19.

“Oksigen itu sangat dibutuhkan masyarakat yang dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19. Hampir sebagian besar itu membutuhkan oksigen. Apalagi yang dirawat di ruang ICU isolasi ICU rawat inap COVID-19. Kalau sudah pakai alat bantu nafas, itu rata-rata 60 liter per menit satu pasien,” ucap Haryadi.

Lebih lanjut Haryadi menjelaskan, saat ini di RSUD Tugurejo merawat 77 pasien dengan gejala sedang hingga berat. Kebanyakan pasien merupakan warga Kota Semarang. (Bud)

Artikel sebelumnyaDi Tengah Pengendalian Pandemi, Bagaimana Mencegah Efek “Pingpong” antara Jawa dan Luar Jawa?
Artikel selanjutnyaSemarang Bakal Dibangun Rutan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini